Mengidentifikasi pemberitaan media di Indonesia dan mengkaitkan dengan jurnalisme perang dan jurnalisme damai.
Melihat pemberitaan media di Indonesia, saya merangkum secara general bahwa
pemberitaan di Indonesia pada masa ini lebih dominan ke jurnalisme perang. Realita yang
terjadi adalah kemunduran kualitas dan nilai-nilai pers atau media sebagai pembawa damai dan
penyampai kebenaran. Hal ini disebabkan karena perkembangan teknologi internet yang
memudahkan kita mendapatkan informasi yang cepat tanpa mengetahui kebenaran yang terjadi.
Karena tuntutan pasar, pers sering beradu untuk mencari informasi secara cepat tanpa
mengesampingkan kebenaran.
Tidak hanya itu, pers di Indonesia sering kali atau bahkan hampir setiap harinya selalu memuat berita mengenai konflik dan kekerasan. Berita intoleran dimuat dengan posisi membela yang dominan atau cukup dengan menyampaikan peristiwa tanpa membawa pesan kedamaian. Pers di Indonesia masih enggan menerapkan jurnalisme damai dalam pemberitaan sehari-hari. Pers di Indonesia cenderung mengikuti tuntutan pasar, memberitakan yang memicu konflik baru untuk memperoleh audiens atau pembaca sebanyak- banyaknya melalui berita hits yang disajikan, sehingga dapat mendongkrak pemasukan media dari para pengiklan yang tertarik beriklan di media tersebut atau juga dari penjualan oplah koran serta klik pada media online. Seakan tidak sadar jika pers memberitakan yang tidak sesuai dengan fakta akan memberikan kerugian bagi pihak tertentu akibat pemberitaan yang disiarkan.
Comments
Post a Comment