Wawancara Tentang Penerapan Sistem Drop Out (DO) Kepada Mahasiswa/i PKN STAN

Narasumber       :

                Nama                     : Tri Hari Susanto

                Jenis Kelamin        : Laki-laki

                Umur                      : 19 Tahun

                Pekerjaan                : CPNS Kementian Keuangan – Alumni PKN STAN

                Tema                       : Penerapan Sistem Drop Out (DO) Kepada Mahasiswa/i PKN STAN

Wartawan        : Selamat sore, perkenalkan saya Fransisca Mira mahasiswi Sekolah Tinggi Tarakanita jurusan S1-Ilmu Komunikasi, ingin mewawancarai anda perihal  Penerapan Sistem Drop Out (DO) Kepada Mahasiswa/i PKN STAN. Apakah anda bersedia untuk saya wawancarai?

Narasumber    : Selamat sore, baik silahkan saja. 

  1. Close ended question:

Wartawan           :Mengapa mahasiswa STAN terlihat ambisius dibandingkan dengan mahasiswa universitas lainnya?

Narasumber       : alasannya karena kami dituntut untuk memenuhi IP minimal lebih dari 2,75 sehingga banyak mahasiswa yang lebih memikirkan akademik dibanding hal-hal non akademik lainnya. Seperti banyak mahasiswa yang memilih untuk menjadi mahasiswa kuliah pulang-kuliah pulang (kupu-kupu) dibanding mahasiswa menjadi kuliah rapat-kuliah rapat (kura-kura). Selain itu, kedisplinan menjadi hal penting bagi mahasiswa PKN STAN karena jika melanggar peraturan akan terkena poin dan bila melewati batas maximal akan di Drop Out (DO) dengan keterangan indiscipliner

    2. Hypothetical

Wartawan          :Menurut anda apakah sistem Drop Out (DO) berdampak baik atau buruk bagi mahasiswa PKN STAN?

Narasumber    : jika dilihat dari segi positifnya,  membuat mahasiswa saling bahu membahu agar tidak ada yang di Drop Out (DO) , meningkatkan tingkat kejujuran, seperti tidak ada yang berani menyontek, karena jika tertangkap menyontek akan di Drop Out (DO) secara langsung, dan mempersiapkan diri untuk jenjang karier lanjut seperti lebih serius dalam perkuliahan. Namun jika dilihat dari segi negatifnya banyak mahasiswa yang depresi karena takut akan nilainya tidak memenuhi Indeks Prestasi (IP) yang di tentukan dan bahka mematahkan impian mahasiswa jika ia di Drop Out (DO) 

 

    3. Agree disagree question

Wartawan        : Apakah anda setuju atau tidak akan sistem Drop Out (DO) yang diberlakukan di PKN STAN? mengapa? (close ended question)

 Narasumber    :Tidak setuju, pertama karena - banyak mahasiswa yang depresi karena takut akan nilainya tidak memenuhi Indeks Prestasi( IP) yang di tentukan dan juga mematahkan impian mahasiswa lainnya jika di Drop Out (DO). Saran, sistem do tetep boleh diadakan tetapi, lebih baik di berikan satu kesempatan lagi untuk mengulang dan memperbaiki. Andaikan orang tersebut sudah mengulang namun tetap memiliki Indeks Prestasi (IP) yang tidak memenuhi syarat, keputusan Drop Out (DO) bisa dilakukan.

    4. Open ended question

Wartawan        Menurut anda, bagaimana jika sistem Drop Out (DO)  di terapkan di seluruh universitas di indonesia?

Narasumberr    :Kalau menurut saya, jika sistem Drop Out (DO)  di terapkan di seluruh universitas tidak efektif, karena banyak pula beberapa jurusan yang tidak bisa dinilai dengan angka seperti jurusan seni, karena jurusan seni lebih fokus terhadap terwujud nya ide dan bukan fokus terhadap bagus atau tidaknya sebuah karya.

 

    5. Challenging question:

Wartawan        :Seandainya anda yang di Drop Out (DO) ), apa yang akan anda lakukan?

Narasumber    :Yang saya akan lakukan akan pertama shocked,depresi,memberi kabar ke orang tua, dan menerima keadaan dengan alasan yang memang kesalahan saya.